Selasa, 15 April 2014

" Hello World "


Welcome back

Minggu, 14 Oktober 2012

teman = important

"manusia yang paling lemah adalah yang tak mampu mencari teman. namun mereka yang menyia-nyiakan teman adalah orang yang jauh lebih lemah lagi."


Minggu, 12 Agustus 2012

belajar dari dakwah

dari pengajian tadi waktu tarawih apa yg diomongin ustadnya bener juga,,

coba kita liat gambar di bawah ini

jika ada pertanyaan gambar apa di samping pasti pada menjawab titik/lingkaran hitam. kita semua mesti pada tertuju dengan lingkaran/ titik yg ada di tengah.  padahal masi luas ato lapang gambar yg putih yg mengelilingi titik tsb.
kalo diibaratkan kertas putih itu sebagai kebaikan manusia dan titik kecil itu sebagai dosanya apakah kita masi bisa mengenali kebaikan seseorang selalu? pasti tidak, sebagai manusia sebagaimana kita berdosa sekicil apapun itu pasti ada bekasnya yg terlihat oleh orang lain. ini seperti kita melihat narapidana yang melalukan kejahatan padahal kita sendiri tidak tau kejahatan apa yg dilalukan narapidana tersebut, apakah terbukti bersalah ataupun hanya sebuah fitnah.lalu setelah narapidana tersebut keluar apakah kita masi menganggap dia orang yg baik2? pasti dalam benak kita masih mengungkit masa lau narapidana tersebut. dengan demikian sekecil apaun kesalahan kita ato orang lain setidaknya kita tidak boleh melihatnya hanya dengan sebelah mata. kita manusia pasti punya salah. dalam artian "ga usah ngejek orang lain kalo kita masi punya salah." sekecil apapun dosa kita pasti terlihat oleh orang lain maka dari itu cuman amal dan ibadah kita yg dapat mengimbangi dosa yg kita lakukan. maka bertobatlah dari sekarang, percaya allah pasti membukakan pintu tobat.

kira-kira segitu yg di bilangin ustdnya, sangat sangat benar menurut saya, lalu sebelum selesai ustadnya sempet memberi perumpamaan

coba kita liat telapak kanan kita, kebanyakan akan membentuk angka 18 dalam huruf arab sedangkan telapak tangan kiri membentuk angka 81, ini diperumpamakan kita sebagai manusia lebih banyak membuat dosa daripada kebaikan jika diperumpamakan tangan tsb.karena tangan kiri diperumpakan pembuat dosa dan tangan kanan pembuat kebaikan. lalu melenceng dari itu ternyata jika 81 dikurangi 18 menghasilkan angka 63 yaitu umur nabi muhammad S.A.W saat meninggal, ini dikaitan batasan umur manusia segitu cuman amal dan ibadah yg dapat mempersiapkannya. lalu jika dijumlah akan menghasilkan angka 99 yaitu asmaul husna, jumlah nama nama allah yg baik

hargai-aku armada

Intro : G Am D G
G              Am          E       G
Seringkali kau merendahkanku
F           Bm    Em
Melihat dengan sebelah matamu
F                    D     G
Aku bukan siapa-siapa

 G         E   Am             D      G
Selalu saja kau anggap ku lemah
Am       D        Bm              E
Merasa hebat dengan yang kau punya
Am              D              G
Kau sombongkan itu semua

C      D          G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E    A     D                G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C         D      G
Apa salahnya hargai diriku
Em   D        C    D-G
Sebelum kau nilai siapa diriku
G           Em                   Am       D          G      E                   Am
Sering kali (sering kali) kau merendahkanku (kau merendahkanku)
D         Bm       Em
Melihat dengan sebelah matamu
Am       D             G
Aku bukan siapa-siapa
C      D          G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E     A    D               G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C        D      G
Apa salahnya hargai diriku
Am  D         G
Sebelum kau nilai siapa diriku

Int : C D G Em
Am D G
C Am D Bm
Em Am D G

C      D           G
Coba kau lihat dirimu dahulu
E     A    D               G
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
C        D      B
Apa salahnya hargai diriku
Am   D        G
Sebelum kau nilai siapa diriku
E       G# E    Am  D             C
Sebelum kau nilai… siapa diriku

www.liriklagu.info

Selasa, 29 November 2011

motto hidup

Yang namanya cinta itu ga selamanya indah, kadang senang, sedih, sebel, benci, sampai bahkan bikin nangis. ada orang bilang, berani mencinta berani juga putus cinta.
cinta sebenernya hanya serangkaian kecil perasaan yang menganggap orang lain istimewa di hati kita dan perasaan tersebut tumbuh diiringi rasa kasih dan sayang. kira-kira itu pandangan cinta menurut gue.
cinta ga bakal berkembang kalo cinta cuman gitu-gitu aja. alias berjalan seperti apa adanya. lurus-lurus aja. yang namanya cinta itu harusnya ada halangan dan rintangan yang membuat rasa cinta itu semakin besar dan tumbuh lebih besar dari cinta sebelumnya.
gue akan menceritakan tentang kalimat gue yang ga sengaja gue sanggah sendiri. karena menurut gue kalimat tersebut nggak selamanya bener.
"biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir dan suatu saat akan jatuh pada tempat yang indah (air terjun)" kata gue.
tapi setelah gue pikir-pikir pake kikir dan pake dengkul ternyata itu salah. jangan biarkan semua mengalir. karena yang bisa merubah hidup kita adalah cuman kita sendiri.tuhan emang udah mentakdirkan kita mengenai masa depan kita. tapi kalo kita ga berdoa dan berusaha semua ga akan ngerubah apapun.
dan juga kenapa memilih air yang berharap jatuh di tempat yang indah, seperti air terjun.itu juga salah menurut geu,seharusnya kita memilih diri kita sendiri untuk menghadapi masalah dan menerjang semua masalah agar cepat terselesaikan tanpa menunda.
dan sebetulnya air itu hal yang paling ga beruntug, tadi di gue bilang kalo berharap jatuh di tempat yang indah, yaa itu kalo jatuhnya di air terjun. tapi kalo jatuhnya di comberan atau kali yang butek, bahkan sapitenk,apa bisa dikatakan indah, tentu tidak kan. makanya sejak saat itu motto hidup geu diubah, seiring berubahnya zaman dan era reformasi serta hal yang telah aku alami.

"lawan,hadapi,selesaikan semua masalah karena kita adalah manusia berakal yang menggunakan otak untuk berpikir dan ngelakuin semuanya." otak kita ibarat pisau yang menyayat masalah kita sendiri...

Senin, 28 November 2011

pengemis tua


CERPEN
PENGEMIS TUA
Karya : Angga Saputra Pratama
Saat hujan mulai menangis membasahi bumi, Tama sedang kehabisan bensin dan ia berhenti di POM pengisian bensin yang ada di daerah menteng. Tama dengan segera mengisikan bensin. “Berapa dik ?” tanya petugas “5 ribu aja bang”jawab tama dengan singkat. “owh ini dari enol yaa dek?” jawab petugas itu lagi. “iya bang.” Tegas tama. Lalu petugas itu menyarankan kepada Tama kalau mau berteduh bisa di musholla pembensin tersebut. Karena kebetulan waktu itu tiba waktu maghrib. Setelah itu Tama bergegas menuju musholla tersebut. Tama bergegas mengambil air wudlu dan menunaikan sholat di tempat itu.
Setelah selesai sholat Tama duduk di pinggir musholla tersebut sambil memegangi perutnya yang kosong dari tadi siang. Dia pun memutuskan untuk membeli roti di warung yang ada di dekat pembansin tersebut. “pak ada roti?” sahut Tama kepada penjual  “ ada mas, ada yang itu ada yang stawberry, blueberry, mangga apel, jambu.” “pak mau jualan roti apa buah koq rasanya banyak banget?” sanggah tama. “maaf-maaf mas itu ada 3 rasa mau yang straawberry, coklat apa keju?”tanya penjual. “Yang keju aja pak, berapa itu?” tanya tama juga. “ Rp. 45000 aja mas.”jawab penjual sambil tama mengeluarkan uang 5000an yang selanjutnya dikasi kembalian 500 rupiah oleh penjual. Lalu tama berjalan menuju musholla lagi. Gak sengaja kembalian tadi jatuh, tapi Tama cuek aja seakan dibiarin jatuh gitu. “Mungkin cuman 500” yang ada di benaknya.
Selagi duduk sambil memakan roti Tama melihat ke arah sudut pengendara motor yang sedang mengisi bensin. Tak jauh dari situ seorang nenek tua mengadahkan tangan di dekat para pengendara motor untuk mencari baelas kasih mereka  agar memberinya sedikit rejeki demi menyambung nyawa. Tama miris melihatnya betapa kasihannya nenek-nenek yang seharusnya cuman di rumah di urus oleh  anak-anaknya yang mungkin sudah besar-besar. Dengan tangan bergetar pengemis tua tersebut mengadahkan tangan ke seseorang pengendara. “pak minta rejekinya pak?”tanya pengemis itu sambil mengadahkan tangan. Tapi apa yang di jawab oleh pengendara tersebut, dia seolah tidak mendengar apa yang diakatakan pengemis itu dan seakan tiddak ada orang yang bicara. Dengan acuh tak acuh dia pulang menuju jalan raya seakan tanpa dosa.
Setelah Tama tertegun melihat pengemis tua tadi, hati kecilnya mulai tergerak untuk menddekat ke arah pengemis tersebut. “Nek, udah makan?” tanya Tama pada pengemis tua.  “Belum nak.”jawab pengemis.  “Ini nek roti untuk mengganjal perut nenek. “   “makasih nak “ jawab pengemis tua tua tersebut. Tama bersyukur bisa membantu pengemis tua tersebut, seakan dia di ingatkan untuk menghargai semua yang kita miliki, meskipun itu hanya uang 500 perak. Kemudia dalam hati Tama bergumam “ Di dunia ini memang ada yang kaya dan miskin. Tidak ada orang miskin, orang kayapun tidak dapat dikatakan kaya. Semua pembanding tersebut seharusnya menjadikan kita lebih bersyukur bahwa semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah barang fana yang tidak ada di alam sana nanti.  “Kenapa semua ketidakadilan  harus ada di dunia ini, kenapa, kenapa, dan kenapa?” dalam hati tama berpikir dan dan tidak dapat mendapat jawabannya sebelum bertemu pengemis tadi.